waktunya ngopi



Terbelenggu dalam jejak cinta, bola mata kian terbelalak menantikan jeda di setiap sela kata Berlapiskan gelak tawa di sore itu
Cinta adalah hal yang biasa, tetapi tidak bisa di paksakan begitu saja.
Karena cinta menyatukan 2 perbedaan seperti layaknya kopi dan gula.

Kopi memang terlihat hitam pekat tetapi ketika kau campurkan dengan gula dan kau sedu di sore hari. Seakan ragamu terbang mengitari langit ke-7, bahkan lambaian tangan mu tidak dapat lagi kau rasakan

Kau terjerumus ke dalam melodi-melodi penghasut sukma, kau hentakkan kakimu hingga tanah merontah kesakitan,
Dalam rasa nyaman kau mengangkat bicara..
biarkan gelak tawa ini tumbang bersama senja yang akan berlalu.
Biarkan diri ku menjadi perisai yang akan menghadirkan sejuta luka dalam dada.
Biarkan diriku menikmati kopi becampur gula ku sedu di sore ini.

yaa, itu adalah sebuah penantian panjang yang seolah-olah telah terkubur.
meluap menjadi bongkahan batu kristal.
Tak ada guna jika sebilah pisau hanya mampu membunuh rasa kepada seduhan kopi.
Mari duduk membuat lingkaran, sambil berkata "WAKTUNYA NGOPI"

Komentar