Hujan di senja selasa


Berbicara dalam rintik hujan yang membasahi ruang sepi.
Membuat gulungan tikar semakin terbengkali bahkan hanyut bersama derasnya hujan.
Tidak mengapa jika binar matamu, semakin sayu diterpa oleh angin senja.
karena sayunya matamu bagaikan hujan di senja selasa.

Kini ku luapkan segala amarah, merobek kertas yang telah usam menjadi serpihan-serpihan luka di kala itu.
kenapa harus ada sembilu yang mengajak ku bercengkrama dalam sepi
menjadikan keheningan kian gaduh tak beralasan.

Yang hanya datang merobohkan khayal di kala senja datang menyapa.
di pekikkan suara dalam teriakan, semakin gerah gemuruh petir menyambar ke dalam pelupuk resah tak berkesudahan.
Ku tertunduk sembari menikmati hujan di senja selasa
Yang membuat hatiku semakin tak berdawai hingga tidak mampu lagi melihat cindai rintik hujan di balik kaca jendela.

Persis, di dalam rangkulan sesak seakan membuat ku hampir kehilangan oksigen.
menjadikan bibir ini terkunci rapat hingga tak bersua.
meronta kesakitan yang tiada tara, bahkan bergumam hanya menjadikan diri ini layaknya senja yang tidak bermakna.


Komentar