Salahkah aku, jika aku mengatakan rindu..?
Dan salah kah aku, jika aku mengatakan terluka..?
Di sudut kursi ku hanya duduk memikirkan tentang itu semua.
Seketika aku merasa kasihan pada diriku sendiri, tak ada gumam yang merontah, tak ada senyum yang terlihat.
Dulu aku bisa duduk berjam-jam di tempat ini meski hujan datang membawa luka.
Mungkin aku harus terbang. agar lepas dari semua ini, aku ingin melayang lalu menghilang. Apa yang lebih berarti daripada tawa kalau bukan senyuman, seperti gerimis yang menyenangkan daripada hujan, seperti berjalan yang lebih membuatku tenang daripada berlari dan gelap yang membuatku lebih aman daripada terang.
Namun dalam sekilas pandang, aksara-aksara biasa kini telah menjadi bagian dari sajak. Sejenak menghibur namun terasa pahit, ingin rasanya bersua dalam rasa pahit itu tapi seketika hanya ada bisikan yang luruh dalam pelupuk mata.

Komentar
Posting Komentar